computer management
computer management

Cara Partisi Hardisk pada Semua Jenis Windows

Posted on

Bagi Anda yang masih belum pernah melakukan langkah partisi, mungkin akan bertanya-tanya tentang cara partisi hardisk yang cepat tanpa harus mengalami risiko kehilangan file yang tersimpan di dalamnya. Hal ini karena tak jarang ketika seseorang melakukan partisi hardisk, mereka tak memperhatikan space atau ukuran yang tersisa di dalam hardisk yang akan dipartisi sehingga harus menanggung risiko berupa hilangnya file atau yang bahkan rusak. Untuk itulah, pada kesempatan kali ini akan diulas tentang langkah apa saja yang dapat Anda lakukan dalam melakukan partisi hardisk, baik itu hardisk laptop/pc maupun hardisk eksternal.

Langkah-Langkah Partisi Hardisk yang Harus Diperhatikan

Sebelum mengulas lebih dalam tentang cara partisi hardisk, alangkah lebih baik apabila Anda mengetahui tentang apa itu partisi dalam sebuah sistem komputer. Partition atau partisi merupakan sebuah manajemen penyimpanan dalam sistem komputer dimana pengguna atau user dapat melakukan pembagian ukuran/space/kapasitas dari jumlah total sebuah disk atau media penyimpanan tersebut. Adapun media penyimpanan yang dapat dipartisi adalah semua bentuk memory fisik yang berhubungan dengan penyimpanan file, folder, dan sistem dalam komputer contohnya adalah hardisk, flashdisk, dan lain sebagainya.

Cara Melakukan Partisi Hardisk pada Windows 7

Seperti yang kita tahu, di antara jenis OS keluaran Microsoft, Windows 7 menjadi salah satu sistem operasi yang memiliki banyak sekali peminat. Selain user interface yang mudah dipahami, berbagai command yang tersedia pun sangat beragam. Adapun langkah dalam melakukan partisi hardisk pada Windows 7 adalah sebagai berikut:

1. Pertama-tama, klik tombol start Windows. Kemudian pada kolom pencarian, ketikkan ‘computer management’ dan tekan enter.

computer management start Windows
computer management start Windows

2. Setelah itu, Anda akan dialihkan pada halaman computer management. Di sini, carilah Storage. Apabila ketemu, klik Storage dan akan muncul Disk Management. Klik Disk Management.

computer management
computer management

Selanjutnya, pilih sebuah partisi atau drive yang akan Anda ubah ukurannya. Jika ternyata komputer atau laptop yang Anda gunakan masih baru dan belum pernah dipartisi sama sekali, maka klik drive C:

3. Pada salah satu drive yang akan dipartisi atau dibagi dan diubah ukurannya, klik kanan dan pilihlah Shrink Volume

hardisk shrink volume
hardisk shrink volume

4. Tunggu beberapa saat hingga proses query selesai. Biasanya proses ini berjalan tak lebih dari 2 menit.

tunggu beberapa saat
tunggu beberapa saat

5. Apabila proses query telah selesai, maka akan muncul sebuah kotak dialog seperti pada gambar di bawah ini.

Enter amount
Enter amount

Pada ‘Enter the amount of space to shrink in MB’, Anda dapat memasukkan berapa ukuran atau kapasitas drive baru yang akan dibuat. Hal ini tentu saja tergantung dari kebutuhan Anda serta banyaknya space atau ruang yang tersisa pada disk yang akan dipartisi.

Baca Juga:   8 Emulator Android Paling Ringan Dengan Performa Terbaik

6. Sebagai contoh, Anda dapat mengisikan total space sekitar 5 GB (5000 MB). Apabila telah selesai, maka klik tombol Shrink

7. Tunggu beberapa saat hingga proses partisi selesai dilakukan. Sekarang Anda telah berhasil membagi ukuran drive menjadi bagian yang lebih kecil.

cara partisi hardisk
cara partisi hardisk

8. Sampai di sini, Anda telah menyediakan sebuah free space atau ruangan kosong. Free space tersebut tentu tak akan terbaca pada Windows Explorer dalam sistem komputer karena memang belum diberikan nama atau Letter di dalamnya. Untuk itu, Anda dapat melakukan klik kanan pada free space tersebut dan kemudian pilihlah ‘New Simple Volume’.

9. Kemudian pilih Next

10. Selanjutnya, akan ada sebuah jendela baru yang menampilkan jumlah space pada partisi baru tersebut. Sebagai informasi, jangan ubah nilai atau angka pada kolom ‘Simple volume size in MB’. Biarkan saja seperti itu. Apabila ternyata Anda ingin membagi lagi ukuran pada partisi baru agar tersebut agar dapat memunculkan partisi lain, Anda dapat mengubahnya. Kemudian klik Next.

hardisk specify volume size
hardisk specify volume size

11. Cara partisi hardisk yang selanjutnya adalah Anda harus mengisikan label atau letter berupa huruf sebagai indentitas dari partisi baru tersebut. Pertama, isikan nama pada partisi baru. Nama yang dimasukkan pun terserah Anda karena nanti juga dapat diganti pada Windows Explorer.

12. Langkah terakhir adalah klik Finish.

Itulah beberapa cara partisi hardisk yang dapat Anda lakukan pada Windows 7.

Cara Lain yang Dapat Dilakukan untuk Partisi Hardisk

Sebagai informasi, langkah partisi hardisk di atas tak hanya dapat dilakukan pada Windows 7 saja. Bahkan Windows 8/8.1 dan Windows 10 pun dapat memanfaatkan langkah-langkah tersebut dalam melakukan partisi hardisk. Hal ini karena dalam setiap sistem operasi Windows menyediakan aplikasi Disk Management yang memungkinkan user untuk mengubah ukuran partisi yang telah ada. Hanya saja, bagi Anda yang ingin mencoba cara lain dalam partisi hardisk, ada 2 cara yang dapat Anda lakukan. Di antaranya adalah:

Dengan Command Diskpart

 Command Diskpart
Command Diskpart

Berbeda dengan langkah partisi hardisk dengan menggunakan Disk Management yang memiliki tampilan GUI, command atau perintah dengan diskpart masuk dalam kategori aplikasi GLI, yakni menggunakan perintah berupa teks atau tulisan. Cara ini dilakukan dengan memanfaatkan command promt yang terdapat pada sistem komputer.  Hanya saja untuk partisi hardiks dengan diskpart tak semudah menggunakan Disk Management karena tampilannya yang hanya berupa tulisan sehingga akan cukup menyusahkan, terutama bagi Anda yang belum terbiasa dengan perintah apa saja yang dimasukkan untuk partisi hardisk melalui diskpart.

Baca Juga:   Pengertian Jaringan Komputer dan Macam-Macamnya secara Lengkap

Dengan Aplikasi / Software Pihak Ketiga

Cara kedua yakni dengan menggunakan software atau aplikasi pihak ketiga. Cara yang satu ini terbilang cocok bagi Anda yang masih kebingungan dalam menggunakan Disk Management ataupun Diskpart. Bahkan saat ini sudah banyak sekali software yang dapat digunakan untuk partisi hardisk. Salah satu software yang paling banyak digunakan adalah AOMEI Partition Assistant. Fitur lengkap yang dimiliki oleh software tersebut akan memudahkan pengguna dalam mengatur ukuran partisi yang telah ada.

Paragon Partition Manager
Paragon Partition Manager

Untuk software lain yang juga direkomendasikan adalah Paragon Partition Manager atau EaseUS Partition Master. Semua software tersebut cocok digunakan pada semua jenis Windows, baik Windows 7, Windows 8/8.1, dan Windows 10. Hanya saja ketika ingin download salah satu software seperti yang telah disebutkan di atas, Anda harus mencari jenis software yang compatible sesuai dengan jenis OS yang digunakan.

Manfaat Melakukan Partisi Hardisk

Setelah mengetahui cara partisi hardisk, Anda juga harus paham tentang manfaat yang dapat Anda rasakan dengan mengubah ukuran hardisk. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:

  1. Ukuran space atau ruang hardisk yang terlalu besar akan menyulitkan sistem dalam melakukan index file dari drive komputer. Dengan melakukan partisi atau pembagian ruang hardisk, maka baik sistem komputer ataupun Anda sebagai user akan lebih mudah menemukan file yang ingin dicari.
  2. Jika suatu ketika ternyata partisi atau drive D: terserang virus, maka drive C: sebagai tempat singgahan aplikasi yang telah diinstall dalam komputer masih aman, meskipun Anda harus melakukan format pada drive tertentu yang terserang virus tersebut.
  3. Anda dapat menginstall lebih dari satu OS dalam hardisk ketika sudah dipartisi. Dengan begitu, Anda tak perlu lagi takut terjadi tumpang tindih antara satu OS dan OS lain. Misalnya Anda menyediakan drive C: untuk Windows 7, dan dapat menginstall OS lain pada drive D: atau drive lainnya.

Demikian sedikit informasi mengenai cara partisi hardisk, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *