Firewall
Firewall

Firewall: Pengertian, Fungsi dan Macam-Macamnya yang Harus Anda Ketahui

Posted on

Firewall: pengertian, fungsi, dan macam-macamnya – Anda pasti sudah sering mendengar tentang sistem keamanan pada komputer yang bernama firewall. Untuk pengertiannya sendiri, firewall merupakan sebuah perangkat atau sisem yang memiliki otoritas pada lalu lintas semua hal dalam jaringan komptuer, dimana apabila sebuah sistem dianggap aman, maka dapat melalui firewall dengan mudah. Sebaliknya, ketika sistem dianggap berbahaya, maka akan diamankan oleh perangkat ini.

Mengenal Firewall sebagai Program Perlindungan Jaringan Komputer

Firewall
Firewall

Dari penjelasan di atas, Anda pasti sudah memahami tentang apa itu firewall. Hanya saja, sebagian orang menganggap bahwa firewall hanyalah berbentuk aplikasi saja. Padahal juga ada alat khusus yang fungsinya adalah menjalankan program firewall. Jadi untuk bentuknya, firewall dapat dibagi menjadi 2 yakni berupa software/perangkat lunak seperti program dan aplikasi komputer ataupun berupa perangkat keras atau peralatan khusus yang digunakan agar dapat menjalankan program firewall.

Perlindungan dari firewall sendiri dibutuhkan dalam komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet. Hal ini karena sebuah sistem yang tersambung ke internet dan tidak memiliki perlindungan akan lebih rentan terserang beragam virus seperti ramnit, trojan, shortcut, dan sebagainya. Inilah mengapa firewall menjadi salah satu aplikasi yang memiliki peranan penting dalam sebuah sistem komputer. Dengan adanya firewall, maka gerbang yang menghubungkan antara jaringan internal komputer dan jaringan eksternal komputer dapat lebih diawasi.

Fungsi Firewall

Fungsi Firewall
Fungsi Firewall

Firewall: pengertian, fungsi, dan macam-macamnya – Kini saatnya beralih pada ulasan tentang fungsi dari firewall itu sendiri. Namun sebelum itu, Anda harus memahami tentang atribut pentingnya firewall, yakni:

  • Semua jaringan komunikasi dalam jaringan komputer selalu melewati firewall
  • Hanya lalu lintas resmi dan aman saja yang dapat melalui firewall
  • Memiliki kemampuan sebagai gerbang pertahanan sistem komputer dari berbagai serangan internet

Setelah memahami tentang atribut pentingnya firewall, maka Anda harus tahu tentang fungsi firewall. Pertama, firewall berfungsi sebagai pengontrol yakni melakukan pengawasan terhadap lalu lintas paket data yang terdapat dalam sebuah jaringan komputer. Kedua, firewall sebagai pengatur, yakni memberikan filter terhadap data yang diizinkan agar dapat melakukan akses terhadap jaringan privat yang dilindungi. Adapun kriteria apa saja yang harus dipenuhi oleh sebuah paket data agar dapat lewat atau sebaliknya adalah sebagai berikut:

  • Alamat dari IP komputer sumber
  • Port UDP/TCP sumber dari komputer sumber
  • Alamat IP komputer tujuan
  • Port UDP/TCP tujuan data dari komputer tujuan
  • Informasi dari header yang tersimpan dalam paket data
Baca Juga:   Cara Memperbaiki Hardisk Bad Sector Agar Kembali Seperti Sedia kala

Fungsi ketiga, firewall melakukan auntentifikasi akses jaringan. Dalam hal ini, aplikasi proxy yang dimiliki oleh firewall dapat memeriksa semua hal terkait paket data yang masuk. Selain itu, firewall juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi program atau aplikasi tertentu yang tidak sesuai dengan sistem keamanan dalam sebuah jaringan komputer.

Cara Kerja Firewall

Firewall: pengertian, fungsi, dan macam-macamnya – Setelah mengetahui tentang fungsi firewall, kini saatnya mengulas tentang bagaimana cara kerja firewall sebagai gerbang utama keamanan dalam sistem komputer. Adapun cara kerja dari firewall adalah menutup semua akses port yang tak digunakan pada komputer. Mengapa? Hal ini karena langkah tersebut adalah berupakan tugas firewall untuk melindungi jaringan komputer baik terhadap virus maupun hacking dalam jaringan.

Untuk virus, menutup port yang tak digunakan mungkin tak akan terlalu memberikan pengaruh yang terlalu besar karena virus yang masuk ke dalam komputer sebagian besar datang dari arus data yang keluar masuk ke dalam sistem. Namun untuk virus yang datang dari device lain seperti USB atau flashdisk, cara ini cukup ampuh. Sedangkan untuk keamanan dalam hacking, menutup port yang tak berbahaya adalah langkah paling tepat karena biasanya setiap hacker akan mencoba menembus jaringan komputer dengan cara mencari port yang terbuka agar dapat diakses.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat seperti sekarang, tentu saja firewall sendiri juga mengalami perkembangan. Apabila sebelumnya cara kerja firewall adalah mengamankan sistem dengan cara filter lalu lintas yang menggunakan nomor port, alamat IP, dan protokol, maka saat ini firewall memiliki perkembangan yang cukup pesat sebagai gerbang terakhir keamanan sistem komputer. Saat ini, firewall dapat sekaligus menyaring data dengan cara mengindentifikasi konten yang terdapat dalam data tersebut. Dengan begitu, maka semua informasi yang tak layak atau sifatnya sensitif dapat dicegah melalui interface.

Macam-Macam Firewall

Berbicara tentang firewall: pengertian, fungsi, dan macam-macamnya, berikut adalah beberapa jenis firewall yang perlu Anda ketahui. Setidaknya terdapat 7 jenis firewall yang tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda sebagai user. Adapun jenis-jenisnya adalah sebagai berikut:

1. Pakcet Filter

Packet Filter
Packet Filter

Merupakan jenis firewall yang dikenal paling sederhana. Hal ini karena Pakcet Filter firewall merupakan komputer yang hanya dibekali dengan 2 NIC (Network Interface Card) dimana fungsinya adalah menyaring berbagai paket dan data yang masuk dalam sistem.

Baca Juga:   Aktivasi Windows 10 jadi Permanan dengan Cara yang Sederhana

2. Circuit Level Gateway

Circuit Level Gateway
Circuit Level Gateway

Jenis yang kedua adalah Circuit Level Gateway. Pada umumnya, jenis firewall yang satu ini berupa komponen-komponen suatu proxy server tertentu. Tak hanya itu saja, firewall ini juga mampu beroperasi dalam level yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Packet Filter firewall. Pada Circuit Level Gateway firewall, terdapat session layer atau lapisan sisi sehingga cukup berguna bagi mereka yang berniat menyembunyikan informasi terkait dengan jarigan komputer terproteksi.

3. Application Level

 Application Level
Application Level

Jenis berikutnya adalah Application Level Firewall yang terkadang juga disebut sebagai Application Level Gateway. Ketika firewall ini digunakan, maka paket tak akan dapat masuk melewati firewall secara langsung, meskipun paket tersebut aman. Dengan kata lain, dibutuhkan persetujuan administrator terlebih dahulu untuk melakukan pengaturan terhadap jenis paket seperti apa yang diperbolehkan dan tidak.

4. NAT (Network Address Translation)

Network Address Translation
Network Address Translation

Firewall: pengertian, fungsi, dan macam-macamnya – Jenis firewall yang selanjutnya adalah NAT. Firewall ini terkenal menyediakan proteksi otomatis terhadap sistem yang ada di balik firewall. Hal ini karena NAT hanya mengizinkan koneksi dari sistem komputer yang letaknya ada di balik firewall.

5 Stateful Firewall

Stateful Firewall
Stateful Firewall

Firewall ini dikenal sebagai salah satu jenis firewall terbaik. Pasalnya, Stateful Firewall berfungsi dalam menggabungkan berbagai macam keunggulan yang dimiliki oleh jenis firewall Packet Filtering dan Circuit Level. Adapun tugas dari firewall jenis ini adalah melakukan filtering terhadap lalu lintas arus data serta melakukan pengecekan terhadap koneksi internet dan memastikan bahwa koneksi tersebut aman bagi sistem.

6. Transparent Firewall

Transparent Firewall
Transparent Firewall

Adapun jenis firewall yang terakhir adalah Transparent Firewall. Jenis firewall yang satu ini juga disebuah firewall murni. Tugasnya adalah melakukan semua hal yang dapat dihandle oleh Packet Firewall dan Stateful Firewall. Seperti namanya, jenis firewall ini tak dapat dilihat langsung oleh pengguna sebuah sistem komputer.

Demikian sedikit ulasan tentang firewall: pengertian, fungsi, dan macam-macamnya, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *