Thick Coaxial Cable
Thick Coaxial Cable

Kabel Coaxial: Pengertian, Jenis, serta Kelebihan dan Kekurangannya

Posted on

Seperti yang kita tahu, dalam sebuah jaringan komputer, terdapat berbagai jenis kabel, seperti kabel fiber optik, kabel twisted, kabel coaxial, dan lain sebagainya. Banyaknya jenis kabel tersebut tentu juga memiliki fungsi yang berbeda-beda pula mulai dari kecepatan transfer, kualitas, hingga fungsinya dalam sebuah jaringan komputer.

Pada ulasan kali ini, jenis kabel yang akan diulas adalah coaxial. Apabila Anda sering berkecimpung dalam dunia komputer, terutama teknisi untuk jaringan komputer, pasti sudah sangat akrab dengan jenis kabel ini. Coaxial merupakan jenis kabel yang jaringan sebagai media transmisi data terarah. Terkadang coaxial juga disebut dengan BNC (Bayonet Neur Connector). Sebenarnya, pada awalnya, coaxial digunakan sebagai kabel dari antena televisi. Namun seiring dengan perkembangan teknologi jaringan dan informasi, maka kabel ini pun kerap dijadikan sebagai media transmisi data jaringan LAN.

Mengenai fungsinya sendiri, kabel coaxial menjadi pembagi dan pengatur sebuah sinyal berfrekuensi tinggi atau yang juga disebut dengan sinyal broadband. Dan pada umumnya, jenis kabel ini diaplikasikan pada topologi jaringan Bus dan Ring.

Mengenal Jenis-Jenis Coaxial Cable

Seperti yang dikatakan di atas, coaxial cable kini banyak dimanfaatkan pada jaringan komputer. Dengan begitu, ada beberapa jenis coaxial yang harus Anda ketahui. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Thick Coaxial Cable (Coaxial Berukuran Tebal)

Thick Coaxial Cable
Thick Coaxial Cable

Jenis kabel yang satu satu ini juga dikenal sebagai “Thicknet 10Base5” yang fungsinya membawa sinyal Ethernet. Adapun Angka 5 pada “Thicknet 10Base5” menunjukkan pada segmen panjang maksimal yang dapat dijangkau oleh Thick Coaxial Cable, yakni jarak 500 meter. Mengenai ukurannya sendiri, Thick Coaxial Cable memiliki banyak sekali ukuran dan diameter yang berbeda. Diameter ketebalan yang paling umum pada jenis kabel ini adalah sekitar 10mm.

Sebagai jenis kabel yang memiliki ketebalan di atas rata-rata, maka kabel coaxial tebal ini sangat populer digunakan untuk LAN. Mengapa? Hal ini karena Thick Coaxial Cable mempunyai bandwith lebar sehingga dapat digunakan untuk komunikasi multiple channel atau broadband.

Adapun karakteristik dari Thick Coaxial Cable adalah sebagai berikut:

  • Merupakan original kabel Ethernet
  • Memiliki diameter yang cukup besar dibandingkan jenis coaxial cable yang lain
  • Pada setiap ujungnya, harus diterminasi menggunakan terminator 50 ohm
  • Memiliki batas maksimal 3 segmen peralatan yang dapat terhubung
  • Pada setiap kartu jaringan, memiliki external transceiver atau pemancar tambahan
  • Pada setiap segmen, maksimal berisi sekitar 100 perangkat jaringan termasuk repeaters
  • Batas panjang maksimal kabel adalah sekitar 1.640 feet atau setara dengan 500 meter
  • Batas maksimal jarak antara satu segment dengan segment lainnya adalah sekitar 4.920 feet atau setara dengan 1.500 meter
  • Pada setiap segment, harus diberikan ground
  • Jarak maksimal antara satu pencabang dengan pencabang lain yang bersumber dari kabel utama ke device atau perangkat adalah sekitar 16 feet atau setara dengan 5 meter. Sedangkan jarak minimal antara pencabang adalah sekitar 8 feet atau setara dengan 2,5 meter
  • Proses pemasangan dan instalasi menggunakan Thick Coaxial Cable cenderung lebih rumit
Baca Juga:   Pengertian Web Server, Cara Kerja dan Contohnya

Thin Coaxial Cable (Coaxial Berukuran Tipis)

Jenis coaxial cable yang selanjutnya adalah thin coaxial cable. Jenis kabel yang satu  ini juga dikenal sebagai “Thinnet 10Base2”. Seperti halnya Thick Coaxial Cable, angka 2 pada “Thinnet 10Base2” mengacu pada maksimal panjang segmen kabel yang dapat diraih yakni hanya sekitar 200 meter saja. Pada umumnya, jenis coaxial cable dengan diameter tipis ini digunakan pada jaringan komputer yang terdapat di sekolah-sekolah.

Thin Coaxial Cable
Thin Coaxial Cable

Adapun karakteristik dari Thinnet Coaxial Cable adalah sebagai berikut:

  • Memiliki diameter yang lebih tipis apabila dibandingkan dengan Thicknet Coaxial Cable
  • Merupakan terobosan terbaru untuk menggantikan Thicknet Coaxial Cable karena tak semua jaringan komputer berskala kecil membutuhkan kabel coaxial tebal dengan kualitas yang terlalu bagus
  • Seperti halnya Thicknet Coaxial Cable, jenis Thinnet Coaxial Cable pun memiliki terminator 50 ohm di setiap ujungnya
  • Panjang maksimal adalah 1.000 feet atau setara dengan 185 meter untuk setiap segmennya
  • Untuk kartu jaringan, cukup menggunakan transceiver onboard sehingga Anda tak perlu lagi menambahkan transceiver tambahan, kecuali jika digunakan untuk repeater
  • Maksimal terdapat 3 segmen yang terhubung satu sama lain
  • Panjang minimum antara T-Connector atau penghubung dengan penghubung lainnya adalah 1,5 feet atau setara dengan 0,5 meter saja
  • Pada setiap segmen terdapat maksimal 30 perangkat yang terhubung
  • Tidak direkomendasikan digunakan pada jaringan komputer termasuk LAN

Komponen-Komponen dalam Coaxial Cable

komponen Coaxial Cable
komponen Coaxial Cable

Setelah mengetahui tentang jenis coaxial cable, ulasan selanjutnya adalah tentang komponen apa saja yang menyusun sebuah coaxial cable. Beberapa komponen tersebut adalah:

1. Centre Core / Kabel Tembaga

Komponen pertama pada coaxial cable adalah kabel tembaga yang letaknya tepat berada di tengah-tengah. Fungsi dari kabel tembaga adalah sebagai media konduktor listrik. Mengenai ukurannya, tentu saja tergantung dari jenis coaxial cable itu sendiri. Misalnya untuk Thick Coaxial Cable, tentu saja ukurannya lebih besar apabila dibandingkan dengan Thin Coaxial Cable.

2. Dielectric Insulator / Lapisan Plastik

Baca Juga:   Pengertian VPN, manfaat dan macam-macamnya

Komponen yang kedua adalah dielectric insulator. Lapisan plastik ini membungkus bagian kabel tembaga yang berada di tengah coaxial. Fungsinya tentu saja sebagai pemisah antara kabel tembaga serta lapisan metal. Dengan begitu, maka tidak akan terjadi sebuah kesalahan listrik atau daya selama menggunakan coaxial cable.

3. Metallic Shield / Lapisan Metal

Seperti namanya, metallic shield merupakan jenis metal yang fungsinya adalah sebagai pelindung bagian inti kabel, yakni tembaga dari berbagai gangguan elektromagnetik yang mungkin berasal dari sekitar kabel tersebut dipasang. Dengan begitu, kestabilan coaxial dalam menghantarkan daya akan tetap terjaga. Untuk metallic shield, bentuknya tidaklah padat seperti halnya dielectric insulator, namun berupa kumpulan-kumpulan serabut metal yang mengelilingi bagian dalam kabel.

4. Plastic Jacket

Adapun komponen terluar dari coaxial cable adalah plastik pelindung. Jenis bahan yang digunakan tentu saja plastik layaknya kabel pada umumnya. Hanya saja ketebalan dari plastik pembungkus ini terbilang sangat baik dan sifatnya agak kaku apabila dibandingkan dengan kabel-kabel lain.

Itulah beberapa jenis komponen yang terdapat dalam sebuah coaxial cable. Apabila Anda sulit membayangkannya, Anda dapat melihat pada contoh gambar di bawah ini.

Jika Anda ingin melihatnya secara langsung, maka coba saja lihat kabel antena televisi ataupun kabel LAN yang Anda miliki di rumah. Komponen-komponen yang dimilikinya pun sama persis seperti gambar di atas.

Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangan Coaxial Cable

Coaxial Cable
Coaxial Cable

Apabila dilihat dari komponen-komponen yang menyusun coaxial cable, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan mengenai karakteristik dari kabel ini. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Keluaran dan kecepatan transmisi data yang dimiliki adalah sekitar 10 MBps – 100 MBps
  • Ukuran konektor masuk dalam kategori medium, yakni tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil
  • Panjang kabel maksimal 500 meter

Sedangkan untuk kelebihannya, kabel coaxial memiliki beberapa kelebihan seperti:

  • Harganya relatif lebih murah apabila dibandingkan dengan jenis kabel jaringan yang lain
  • Kecepatan dalam transmisi data sangat tinggi meskipun jangkauannya terbatas

Adapun untuk kekurangannya adalah sebagai berikut:

  • Instalasinya terbilang cukup rumit
  • Membutuhkan repeater yang berfungsi sebagai penguat
  • Biaya untuk pemeliharaan yang cukup mahal

Demikian sedikit ulasan tentang kabel coaxial, jenis-jenisnya, komponen, serta kelebihan dan kekurangannya, semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *