Tree Topology
Tree Topology

Topologi Tree: Pengertian, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangannya

Posted on

Bagi Anda yang sering berkecimpung di dunia jaringan komputer, terutama internet, pasti sudah tidak asing dengan istilah topologi tree. Hal ini karena pada kenyataannya, internet merupakan kumpulan berbagai jaringan, baik jaringan berskala kecil ataupun besar, yang terdapat di seluruh dunia. Jaringan-jaringan tersebut berawal dari jaringan lokal yang kemudian saling terhubung menjadi sebuah jaringan global.

Pada jaringan lokal, setiap komputer yang tersambung pada jaringan tersebut terhubung antara satu dengan lainnya menggunakan media kabel ataupun tanpa kabel (nirkabel). Mengenai topologi atau bentuk jaringannya, tentu saja bermacam-macam tergantung kebutuhan pengguna. Adapun pada kesempatan kali ini, jenis topologi jaringan yang akan diulas adalah tree topologi.

Seperti halnya bentuk jaringan yang lainnya, jenis topologoi ini memiliki karakteristik, kelebihan, dan juga kekurangan. Untuk itulah, ketika Anda ingin mengaplikasikan sebuah model jaringan komputer, akan lebih baik apabila melakukan perencanaan yang matang tersebut dahulu agar tidak terjadi kesalahan ketika proses instalasi dilakukan nantinya.

Pengertian Tree Topologi

Topologi tree adalah perpaduan antara topologi star dan juga topologi bus. Dengan kata lain, tree topologi menjadi kumpulan dari berbagai topologi star dan juga topologi bus yang akhirnya membentuk sebuah jaringan lokal. Jadi semua client komputer yang terhubung akan dikelompokkan pada sebuah hub yang berfungsi sebagai pusat komunikasi kemudian dihubungkan pada pusat komunikasi yang lainnya dengan kabel utama seperti yang ada pada topologi bus.

 Tree Topologi
Tree Topologi

Untuk informasi, tree topologi menjadi salah satu jenis topologi yang paling banyak dimanfaatkan untuk jaringan lokal yang memiliki banyak client komputer. Mengapa? Hal ini karena jenis topologi ini mendukung jaringan komputer berskala besar serta memungkinkan server melakukan pengendalian dan manajemen data dengan baik.

Alasan mengapa topolog jaringan ini diberi nama tree adalah karena bentuknya memang menyerupai tree atau pohon. Anda dapat melihat gambar tree topologi seperti di atas. Di sana terlihat banyak cabang yang membentuk jaringan. Tak hanya itu saja, pada tree topologi juga memiliki tingkatan atau hierarki jaringan, dimana jaringan dengan tingkat yang lebih tinggi dapat mengontrol atau memberikan pengaruh terdapat jaringan lain yang terdapat di bawahnya.

Oleh karena itulah, topologi ini kerap digunakan sebagai interkoneksi antar pusat jaringan yang memiliki tingkatan berbeda. Dengan jenis topologi ini, maka setiap client komputer yang berkumpul dalam satu kelompok dapat terhubung dengan client komputer lain pada kelompok yang berbeda. Hanya saja data yang ingin dikirimkan oleh client harus melewati server pusat sebelum akhirnya sampai pada client komputer tujuan.

Baca Juga:   8 Cara Mengetahui Password Wifi Orang Lain

Karakteristik Tree Topologi

Tree Topology
Tree Topology

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa setiap jenis jaringan komputer atau topologi memiliki karakteristik yang berbeda-beda, begitu juga dengan topologi tree. Sebagai jenis jaringan yang menjadi perpaduan antara topologi bus dan topologi star, maka tentu saja karakteristik yang dibawa oleh tree topologi juga mencakup kedua topologi jaringan tersebut, baik bus ataupun star. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa karakteristik yang dimiliki oleh tree topologi.

  1. Terdapat sebuah kabel utama yang juga sering disebut dengan back bone. Fungsi dari kabel tersebut adalah sebagai media penghubung antar jaringan.
  2. Memiliki tingkatan atau hierarki dalam jaringan.
  3. Memiliki hub yang fungsinya adalah untuk kendali jaringan serta pusat data dari setiap client komputer yang terhubung pada jenis jaringan ini.
  4. Untuk melakukan komunikasi data, maka secara otomatis setiap client dalam kelompok komputer harus melalui pusat kendali atau hub terlebih dahulu.

Apabila melihat dari karakteristik yang telah dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa untuk sebuah jaringan tree topologi, harus ada kabel utama / back bone yang menghubungkan beberapa pusat kendali atau hub. Pusat kendali tersebut juga dihubungkan pada beberapa client komputer. Untuk hub yang terdapat di tingkat lebih tinggi atau lebit atas, akan menjadi pusat kendali untuk semua client komputer yang ada di bawahnya. Selain itu, untuk setiap data yang ingin dikirimkan ke client lain, yang berada dalam kelompok berbeda, maka harus melewati pusat kendali terlebih dahulu.

Kekurangan dan Kelebihan Tree Topologi

Setelah mengetahui tentang pengertian serta karakteristik dari tree topologi, kini saatnya Anda memahami mengenai apa saja kekurangan dan kelebihan dari jenis topologi jaringan yang satu ini. Untuk kekurangannya adalah sebagai berikut:

  • Sebagai jenis jaringan yang memiliki kabel utama atau back bone, maka semua aktivitas yang dilakukan pada jaringan tersebut pun akan tergantung dari back bone. Jadi ketika back bone mengalami kerusakan, maka secara otomatis semua jaringan client komputer yang terhubung pun akan terganggu.
  • Hub atau pusat kendali memiliki peran yang sangat penting dalam topologi tree. Sebagai pusat kendali, layaknya back bone, ketika hub mengalami kerusakan, jaringan komputer pun juga akan terganggu bahkan rusak.
  • Sebagai sistem jaringan yang menerapkan hierarki atau tingkatan, maka ketika komponen yang terdapat di tingkat atas rusak, maka akan memberikan pengaruh pada komponen lain yang berada di tingkat bawah.
  • Biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan model jaringan ini terbilang lebih mahal apabila dibandingkan dengan model jaringan yang lainnya. Mengapa? Hal ini karena instalasi atau pemasangan tree topologi memiliki tingkat kerumitan yang tinggi dibandingkan model topologi lainnya.
  • Mengenai perawatan, dalam menjaga stabilitas jaringan terbilang cukup sulit. Hal ini karena terdapat banyak sekali perancangan pada bagian node jaringan.
  • Kinerja dan aliran data yang terjadi dapat dikatakan lebih lambat. Hal ini karena semua aliran data akan melalui hub atau pusat kendali terlebih dahulu sebelum dapat sampai di client komputer tujuan.
  • Lalu lintas data dapat dibilang padat karena melalui back bone sehingga memungkinkan terjadinya collision atau yang juga disebut tabrakan file data.
Baca Juga:   3 Cara Hapus Akun Instagram

Setelah mengetahui tentang kelemahan dari tree topologi, Anda juga harus mengetahui tentang kelebihan apa saja yang dapat diberikan oleh jenis topologi ini. Beberapa kelebihan yang akan diulas berikut adalah alasan mengapa banyak sekali pengguna topologi tree dalam sebuah jaringan komputer. Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut:

  • Mendukung sistem jaringan komputer dalam skala besar sekalipun. Hal ini karena model topologi yang diterapkan memiliki kombinasi yang sangat baik untuk digunakan sebagai model jaringan yang menghubungkan antara satu client dengan client lainnya. Tak heran apabila perusahaan-perusahaan berskala besar atau internasional juga kerap menggunakan jenis jaringan tree topologi.
  • Apabila terjadi penambahan atau pengembangan jaringan yang tingkatnya ada berada di bawah hub pusat, dapat dilakukan dengan mudah.
  • Server atau pusat kendali pada jaringan ini akan lebih mudah melakukan indentifikasi mengenai masalah yang sedang dialami oleh jaringan. Tak hanya itu saja, server sebagai pemegang pusat kendali pun juga mampu mengambil langkah isolasi dengan sagat mudah.
  • Gangguan atau kerusakan jaringan pada tingkat bawah tidak akan memengaruhi pusat kendali atau bahkan client lain yang berbeda kelompok. Contohnya adalah ketika kelompok client A mengalami gangguan atau kerusakan, maka kelompok client B, C, D, dan seterusnya tidak akan terpengaruh.

Demikian sedikit ulasan tentang topologi tree, karakteristik, kelebihan dan kekurangannya, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *